Jumat, 14 Juni 2019

GOUT ARTHRITIS

GOUT ARTHRITIS
    Gout desease atau yang lebih dikenal sebagai penyakit asam urat merupakan suatu penyakit metabolic karena adanya kelebihan kadar asam urat di dalam tubuh. Penyakit asam urat biasanya menimbulkan rasa nyeri yang hebat pada sendi seperti pembengkakan sendi yang disertai rasa panas dan kemerahan. Data prevalensi penderita asam urat di Jawa Tengah menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 sebesar 24.3% pada pria dan 11.7% pada perempuan (Sriwiyati & Noviyanti; 2018). Terdapat beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk meredakan penyakit asam urat seperti kompres hangat maupun kompres dingin (Samsudin, Kundre, & Onibala; 2016).
     Pada kesempatan kali ini kami akan membahas terkait pengaruh pemberian kompres hangat parutan jahe merah untuk menurunkan nyeri pada penderita penyakit asam urat. Jahe merah dipercaya mampu memperkuat khasiat bahan lain dalam ramuan herbal. Rimpa pada jahe merah merupakan bagian yang digunakan dalam pengobatan asam urat (Herliana; 2013 (Samsudin, Kundre, & Onibala; 2016)).

HIPERTENSI

HIPERTENSI

        Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Penyakit ini dapat diderita oleh siapa saja. Hipertensi ditandai dengan meningkatnya tekanan darah secara perlahan seiring dengan bertambahnya usia. Menurut WHO (World Healt Organization) batas normal tekanan dara normal adalah 140/90 mmHg, dan hipertensi adalah sama atau diatas 160/95 mmHg. Tidak hanya tekanan darah yang meningkat, hipertensi juga dapat meningkatkan resiko seragan jantung, stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal. Penyebab terjadinya hipertensi ada bermacam-macam, salah satunya adalah stres. Kondisi ini dapat menyebabkan individu sulit tidur, sehingga dapat berdampak pada tekanan darah yang akan cenderung meningkat.  Selain itu, hipertensi juga disebabkan oleh pola hidup dan konsumsi garam berlebih.

FAKTOR RESIKO HIPERTENSI
1.  Usia
    Tingginya penderita hipertensi sejalan dengan bertabahnya usia karena disebabkan oleh perubahan struktur pembuluh darah besar, sehingga lumen menjadi sempit dan pembuluh darah menjadi kaku sehingga dapat meningkatkan tekanan darah sistolik.
2. Riwayat Keluarga
   Seseorang yang memiliki orang tua dengan riwayat hipertensi beresiko besar menderita hipertensi daripada mereka yang tidak mempunyai riwayat hipertensi dalam keluarganya.
3. Kebiasaan Merokok
  Sebuah penelitian menunjukkan bahwa nagka kejadian hipertensi pada seseorang yang merokok lebih besar daripada mereka yang tidak merokok. Rokok mengandung nikotin yangdapat meningkatkan tekanan darah segera setelah hisapan pertama.  Hal ini dikarenakan zat yang terdapat dalam asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker.
4. Kebiasaan Olahraga
        Olahraga bukan hanya digunakan sebagai sarana untuk menurunkan berat badan, namu juga dapa mengurangi tekanan darah. Olahraga dapat menyebabkan pertumbuhan pembluh darah kapiler. Dengan demikian, sesuatu yang menghambat aliran darah dapat berkurang, sehingga dapat menurunkan tekanan darah.
      5. Indeks Massa Tubuh
  Sebuah penelitian menunjukkan bahwa indeks massa tubuh yang meningkat dapat meningkatkan resiko hipertensi.

CARA MENCEGAH HIPERTENSI
1.  Menguragi asupan garam
       Asupan garam yang dikonsumsi oleh penderita hipertensi ringan perharinya tidak boleh lebih dari 4 gram, namun bagi penderita hipertensi berat dianjurkan hanya mengonsumsi tidak lebih dari 2 gram perhari. Tujuan dari mengurangi asupan garam ini adalah dapat membantu menghilangkan resistensi garam dalam tubuh dan juga dapat menurunkan tekanan darah. Apabila ingin mengurangi asupan garam yang dikonsumsi hendaknya diimbangi dengan asupan kalsium, magnesium, dan kalium (untuk kasus tertentu) yang lebih banyak. Selain itu juga diimbangi dengan energi, protein, mineral, dan vitamin yang cukup.\
2. Memperbanyak serat
   Bagi penderita hipertensi dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat daripada makanan berkaleng. Mengonsusmsi makanan yang mengandung serat dapat melancarkan buang air besar dan juga menahan sebagia asupan natrium.
3. Menghindari kebiasaan buruk
    Kebiasaan buruk yang dimaksud seperti kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol, dan kopi yang terlalu banyak, sehingga jantung dapat bekerja dengan baik. Adapun dampak yang dapat disebabkan dari kebiasaan buruk merokok yaitu seperti meningkatnya rsiko kerusakan pembuluh darah yang selanjutnya berdampak pada kerja jantung yang lebih berat.
4. Memenuhi kebutuhn kalium, magnesium, dan kalsium
   Kalium, magnesium, dan kalsium bermanfaat bagi kesehatan tubuh apabila dikonsusi tidak berlebih. Mengonsusmsi 3.500 mg kalium dapat membantu mengatasi kelebihan natrium, sehingga dapat menormalkan tekanan darah.


DAFTAR PUSTAKA
1. Rampengan, S. 2015. Hipertensi Resistan. Jurnal Kedokteran Yarsi, 23 (2), 114-127
2.  Sustrani, L., dkk. 2005. Hipertensi. PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta
3.  Sartik. Tjekyan, RM., & Zulkarnain,M. 2017. Faktor-Fakor Risiko dan Angka Kejadian Hipertensi pada Penduduk Palembang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 8(3), 180-191.

GOUT ARTHRITIS

GOUT ARTHRITIS     Gout desease atau yang lebih dikenal sebagai penyakit asam urat merupakan suatu penyakit metabolic karena adanya keleb...