HIPERTENSI
Hipertensi
atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang mematikan.
Penyakit ini dapat diderita oleh siapa saja. Hipertensi ditandai dengan
meningkatnya tekanan darah secara perlahan seiring dengan bertambahnya usia. Menurut
WHO (World Healt Organization) batas normal tekanan dara normal adalah 140/90
mmHg, dan hipertensi adalah sama atau diatas 160/95 mmHg. Tidak hanya tekanan
darah yang meningkat, hipertensi juga dapat meningkatkan resiko seragan
jantung, stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal. Penyebab terjadinya
hipertensi ada bermacam-macam, salah satunya adalah stres. Kondisi ini dapat
menyebabkan individu sulit tidur, sehingga dapat berdampak pada tekanan darah
yang akan cenderung meningkat. Selain
itu, hipertensi juga disebabkan oleh pola hidup dan konsumsi garam berlebih.
FAKTOR
RESIKO HIPERTENSI
1. Usia
Tingginya penderita hipertensi
sejalan dengan bertabahnya usia karena disebabkan oleh perubahan struktur
pembuluh darah besar, sehingga lumen menjadi sempit dan pembuluh darah menjadi
kaku sehingga dapat meningkatkan tekanan darah sistolik.
2. Riwayat Keluarga
Seseorang yang memiliki orang tua
dengan riwayat hipertensi beresiko besar menderita hipertensi daripada mereka
yang tidak mempunyai riwayat hipertensi dalam keluarganya.
3. Kebiasaan Merokok
Sebuah penelitian menunjukkan
bahwa nagka kejadian hipertensi pada seseorang yang merokok lebih besar
daripada mereka yang tidak merokok. Rokok mengandung nikotin yangdapat
meningkatkan tekanan darah segera setelah hisapan pertama. Hal ini dikarenakan zat yang terdapat dalam
asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya
beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker.
4. Kebiasaan Olahraga
Olahraga bukan hanya digunakan
sebagai sarana untuk menurunkan berat badan, namu juga dapa mengurangi tekanan
darah. Olahraga dapat menyebabkan pertumbuhan pembluh darah kapiler. Dengan
demikian, sesuatu yang menghambat aliran darah dapat berkurang, sehingga dapat
menurunkan tekanan darah.
5. Indeks Massa Tubuh
Sebuah penelitian menunjukkan
bahwa indeks massa tubuh yang meningkat dapat meningkatkan resiko hipertensi.
CARA
MENCEGAH HIPERTENSI
1. Menguragi asupan garam
Asupan garam yang dikonsumsi oleh
penderita hipertensi ringan perharinya tidak boleh lebih dari 4 gram, namun
bagi penderita hipertensi berat dianjurkan hanya mengonsumsi tidak lebih dari 2
gram perhari. Tujuan dari mengurangi asupan garam ini adalah dapat membantu
menghilangkan resistensi garam dalam tubuh dan juga dapat menurunkan tekanan
darah. Apabila ingin mengurangi asupan garam yang dikonsumsi hendaknya
diimbangi dengan asupan kalsium, magnesium, dan kalium (untuk kasus tertentu)
yang lebih banyak. Selain itu juga diimbangi dengan energi, protein, mineral,
dan vitamin yang cukup.\
2. Memperbanyak serat
Bagi penderita hipertensi
dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat daripada makanan
berkaleng. Mengonsusmsi makanan yang mengandung serat dapat melancarkan buang
air besar dan juga menahan sebagia asupan natrium.
3. Menghindari kebiasaan buruk
Kebiasaan buruk yang dimaksud
seperti kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol, dan kopi yang terlalu
banyak, sehingga jantung dapat bekerja dengan baik. Adapun dampak yang dapat
disebabkan dari kebiasaan buruk merokok yaitu seperti meningkatnya rsiko
kerusakan pembuluh darah yang selanjutnya berdampak pada kerja jantung yang
lebih berat.
4. Memenuhi kebutuhn kalium,
magnesium, dan kalsium
Kalium, magnesium, dan kalsium
bermanfaat bagi kesehatan tubuh apabila dikonsusi tidak berlebih. Mengonsusmsi
3.500 mg kalium dapat membantu mengatasi kelebihan natrium, sehingga dapat
menormalkan tekanan darah.
DAFTAR PUSTAKA
1. Rampengan,
S. 2015. Hipertensi Resistan. Jurnal
Kedokteran Yarsi, 23 (2), 114-127
2. Sustrani,
L., dkk. 2005. Hipertensi. PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta
3. Sartik.
Tjekyan, RM., & Zulkarnain,M. 2017. Faktor-Fakor Risiko dan Angka Kejadian
Hipertensi pada Penduduk Palembang. Jurnal
Ilmu Kesehatan Masyarakat, 8(3), 180-191.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar